saYA pindah (NGUNGSI)

Posted On January 26, 2011

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

nanar

Posted On September 25, 2010

Filed under Uncategorized

Comments Dropped 2 responses

Rontokan luka itu selalu terliaat membekas di kedua matanya yang lelah

Berat wajahnya menyiratkan beban yang jarang dimengerti

Dan aku berada disini untuk menempati posisiku

Menatap dengan nanar sambil memegang erat tangannya yang kian memanas

Sengal nafas itu menyeret rangkaian cerita yang panjang

Sebuah karang yang aku pun tak tahu bagaimana harus merabanya

Yang ketika ku ulurkan sebongkah bata

Tak disangka ia langsung membuat menara

Kekokohan yang sering membuatku rapuh tak mengerti

Selalu bertanya,,,mungkinkah bila aku

Aku kan sanggup menanggungnya

Birunya sendu menggema jiwa

Melihat luka yang mengelupas

Meneteskan embun yang membasahi relung hati

Semakin ku takluk akan kenanaran

Semakin aku merasa menjadi seorang pecundang

Allah,,,,,,

Laa haula wa laa quwwata illa billah

EH ADA GUK GUK

Posted On August 20, 2010

Filed under Uncategorized

Comments Dropped 2 responses

Aku termenung menatap lagit yang mulai menguning menyambut sang mentari…

Di depan sana berdiri kokoh sang merapi yang berbaur dengan kabut yang lembut.

Dingin,, biru,,, sendiri…. damai

Sesekali menunduk, mengingat sesuatu.,.. kenapa mereka jahat sekali. Bukankah mereka tak punya hak berada di sana?? Merampas kebahagiaan yang tak seharusnya mereka gugat,, bersekongkol dalam kebisuan dan kegelapan hingga hanya sedikit orang yang menyadari dan memahaminya. Jahat, licik,,,

Kenapa mereka berbuat selalu saja  kerusakan? Menghalangi manusia dari jalan Allah… membuka beribu celah untuk setiap rintihan luka. Membuat tangis pecah dalam kenanaran dan tak berdayaan. Menyerang tanpa ampun dan tak memberikan toleransi sedikitpun, bahkan untuk hanya sekedar mendekatkan diri pada Rabb nya….

Menjajah, menjarah……….

Lalu kenapa masih saja ada yang takut pada mereka??

Sungguh, kebencian itu lebih besar dari pada ketakkutan yang sering dipersepsikan untuk memperdayakan….

Benci

_dan keheningan itu dipecahkan oleh seekor guk guk yang tiba2 datang….

@_@ pindah pindah

part2 (menembus batas langit)

Part 2

Scene 2 about mush’ab ini berlanjut tatkala ia mendapat kesempatan menjadi duta Rasulullah yang dikirim ke madinah… luar biasa betul tugasnya…. Mengkondisikan madinah yang semula hanya ada 12 orang muslim disana, agar kemudian madinah bisa menjadi tempat hijrah yang aman bagi kaum muslimin setelah mendapat penindasan kafir Quraisy di makkah….

Heyyyy!!! Tugas macam apa itu??

Tapi itulah mush’ab. Mendapat kesempatan berharga sekaligus “menakutkan” dari Nabi. Namun bukan mush’ab Namanya kalau ia menyerah. Dengan ditemani Abdullah bin Ummi Maktum sebagai penasehat ruhiyahnya, ia menjalankan tugas beratnya itu,.,,,

(eitsss,,, ingat siapa itu Abdullah bin Ummi maktum?? Itulooo… orangtua yang bijak yang karenanya rasulullah ditegur dengan surat Abasa…hyaa ingat kan?! Nah konon, sejak ditegur itu,rasulullah sangat menghormati dan sayang sama  beliau. Hingga kalau beliau datang, nabi selalu menyambut begini :”selamat datang wahai orang yang karenamu aku ditegur oleh Tuhanku….subhanallah..keren ya)…

Dan ternyata Rasulullah memang cerdas memilih mereka mengemban amanah ini….

Suatu ketika ada seorang tokoh suku setempat bernama  Usaid bin Hudlair geram lantaran dakwah islamiyah yang dilakukan mush’ab…

——-

Bagaikan singa hendak menerkam, Usaid berdiri di depan Mush’ab dan As’ad bin Zararah, bentaknya: “Apa maksud kalian datang ke kampung kami ini, apakah hendak membodohi rakyat kecil kami? Tinggalkan segera tempat ini, jika tak ingin segera nyawa kalian melayang!”

Seperti tenang dan mantapnya samudera dalam…, laksana terang dan damainya cahaya fajar …,terpancarlah ketulusan hati “Mush’ab yang baik”, dan bergeraklah lidahnya mengeluarkan ucapan halus, katanya: “Kenapa anda tidak duduk dan mendengarkan dulu? Seandainya anda menyukai nanti, anda dapat menerimanya. Sebaliknya jika tidak, kami akan menghentikan apa yang tidak anda sukai itu!”

Sebenamya Usaid seorang berakal dan berfikiran sehat. Dan sekarang ini ia diajak oleh Mush’ab untuk berbicara dan meminta petimbangan kepada hati nuraninya sendiri. Yang dimintanya hanyalah agar ia bersedia mendengar dan bukan lainnya. Jika ia menyetujui, ia akan membiarkan Mush’ab, dan jika tidak, maka Mush’ab berjanji akan meninggalkan kampung dan masyarakat mereka untuk mencari tempat dan masyauakat lain, dengan tidak merugikan ataupun dirugikan orang lain.

“Sekarang saya insaf”, ujar Usaid, lalu menjatuhkan lembingnya ke tanah dan duduk mendengarkan Demi Mush’ab membacakan ayat-ayat al-Quran dan menguraikan da’wah yang dibawa oleh Muhammad bin Abdullah saw., maka dada Usaid pun mulai terbuka dan bercahaya, beralun berirama mengikuti naik turunnya suara serta meresapi keindahannya Dan belum lagi Mush’ab selesai dari uraiannya. Usaid pun berseru kepadanya dan kepada shahabatnya: “Alangkah indah dan benarnya ucapan itu .. ·! Dan apakah yang harus dilaknkan oleb orang yang hendak masuk Agama ini?” Maka sebagai jawabannya gemuruhlah suara tahlil, serempak seakan hendak menggoncangkan bumi. Kemudian ujar Mush’ab: “Hendaklah ia mensucikan diri, pakaian dan badannya, serta bersaksi bahwa tiada Tuhan yang haq diibadahi melainkan Allah”.

Beberapa lama Usaid meninggalkan mereka, kemudian kembali sambil meme·ras air dari rambutnya, lain ia berdiri sambil menyatakan pengakuannya bahwa tiada Tuhan yang haq diibadahi melainkan Allah dan bahwa Muhammad itu utusan Allah ….

BErita keislaman usaid tersebar luas, dan disusul oleh berduyun2 pemuka suku beserta penduduk madinah lainnya yang masuk islam.

———-


Subhanallah,,,wahai mush’ab… nasehat apa kiranya yang kau sampaikan itu?? Hingga membuat seorang pemuka yang datang dengan geram lantaran benci terhadap Islam,,, pulang dengan ketundukan akan firman Tuhan yang mulia. Terpesona…

Kata2 seperti apa yang kau ucapkan??? Sedangkan kami???

Hanya sekedar mengajak binaan kami konsisten terhadap islam saja pun sulit luar biasa. Padahal kami punya waktu yang lebih banyak dari mu…. Berbulan-bulan,,, bahkan tahun,,,

Tapi mungkin,,,, kami sadar….

Kata2 mu dan kata2 kami keluar dari lisan yang berbeda… kata yang keluar dari hati yang beda tentu juga akan berefek berbeda… bagaimana kami membandingkan diri denganmu?? Sedang engkau adalah kebanggaan umat hasil didikan langsung dari Nabi SAW,,,,

Semoga kami bisa belajar keshalihan darimu…..

Continued……

menembus BATAS langit (1)

Posted On February 9, 2010

Filed under Uncategorized
Tags: , , , ,

Comments Dropped leave a response

Menembus batas langit


Kubuka file itu,,, mencari sesosok nama yang pernah disinggung dalam sebuah kajian. Seorang yang di masa jahiliahnya adalah orang paling tampan dan rupawan,,, pakaian harum menebarkan aroma parfum yang menyebar hingga jarak sekian dan sekian. Bergelimang harta dari orangtuanya, cerdas lagi menawan..
Namun ia tak dapat menyembunyikan kejernihan hatinya. takluk dalam pesona Rasulullah dan ajaran yang mulia…..
MUSH’AB bin umair
——
Pada suatu hari ia tampil di hadapan beberapa orang Muslimin yang sedang duduk sekeliling Rasulullah saw. Demi memandang Mush’ab, mereka sama menundukkan kepala dan memejamkan mata, sementara beberapa orang matanya basah karena duka. Mereka melihat Mush’ab memakai jubah usang yang bertambal-tambal, padahal belum lagi hilang dari ingatan mereka — pakaiannya sebelum masuk Lslam — tak obahnya bagaikan kembang di taman, berwarna warni dan menghamburkan bau yang wangi.
Adapun Rasulullah, menatapnya dengan pandangan penuh arti, disertai cinta kasih dan syukur dalam hati, pada kedua bibirnya tersungging senyuman mulia, seraya bersabda:
Dahulu saya lihat Mush’ab ini tak ada yang mengimbangi daiam memperoleh k esenangan dari orang tuanya, kemudian ditinggalhannya semua itu demi cintanya hepada Allah dan Rasul-Nya.
….
Continued…..

burung bersayap….

Posted On February 1, 2010

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

……….

Energy yang dibutuhkan seseorang untuk merubah dirinya untuk menjadi lebih baik itu BERBEDA…..

Jujur,,,,statement  itu baru kutemukan baru2 ini. Belum lama,,

Baru mendapat link yang menarik antara idealita dan realita…

Ada orang yang bisa dengan mudahnya menjadi orang yang lebih baik tiap waktu. Nampak seperti burung yang bisa cepat melesat lantaran kedua sayap yang ia miliki. Terbang ke seluruh penjuru dunia mencari tempat2 nan elok. Berpetualang dalam kebebasan yang membahana. Ia bisa memamerkan sayapnya. Bergabung dengan rombongan burung2 lain yang menjelajah dunia. Melanjutkan perannya tuk mengarungi bumi Allah yang luas.

Namun ada pula orang yang harus merangkak dalam keheningan untuk hanya sekedar naik ke satu tingkat tepat di atasnya, , ia bagai burung bersayap patah,, terseok2 melawan angin bahkan untuk hanya sekedar mencari tempat perlindungan,… berjuang melawan letih untuk terbang tapi nyatanya, jangkauannya tak sampai,,,, jangankan terbang,menggerakkan sayapnya pun butuh energy yang luar biasa besar. Sakit. dan selalu bertarung dengan putus asa untuk hanya sekedar survive….

Siapa yang lebih baik???

Wahai burung yang terbang bebas… syukurilah nikmat TuhanMu.  Sungguh nikmatNya jauuuuuuhh lebih besar dibandingkan amalan2 yang kau lakukan selama ini. Bersyukurlah, dan kembangkanlah sayapmu selebar2nya untuk dapat mengarungi luasnya alam raya. Hingga kenikmatan dalam lelah dan letih di jalan Nya mampu membahana dalam jiwaMu…. Tapi ingatlah,,,kau bukan orang paling elok di dunia yang membuatmu berhak memandang orang lain lebih buruk

Wahai burung bersayap patah,,, tetaplah syukuri nikmat TuhanMu.. Sungguh nikmatNya jauuuuuhhhh lebih banyak dibandingkan semua rasa sakitmu. Bersabarlah dan yakinlah bahwa Dialah yang paling menepati janji. Ingatkah engkau, orang yang paling banyak menemui kesulitan hidup adalah para nabi. Dan itulah tanda Allah mencintai mereka…. Hingga mereka yakin dan membuktikan dalam penantian panjang,,, bahwa sesudah kesulitan pasti ada kemudahan…

Kau ingin terbang tapi sayapmu patah?? Maka, carilah pesawat yang bisa mengantarmu terbang ke angkasa, .(hwehehehe)… cari pesawat itu dengan modalmu dan berpikir kreatif serta ikhtiar tingkat tinggi…. Dan katakana pada dunia…

SIAPA YANG BILANG AKU TAK BISA TERBANG?????

Allah tidak melihat hasil, TAPI PROSES yang dijalani tiap hambaNya. Dan Dialah yang Maha Bijaksana dan mengetahui kondisi hati setiap manusia

_wallahu’alam

taTAP KE DEPAN

Kita mungkin pernah, oh maaf. Maksud saya, sering… betul sering. Kita sering terhanyut oleh suasana hati, terjebak oleh memori, dan cenderung terperangkap dalam rasa tak berdaya. Sungguh tak enak rasanya..meski ada ibrohnya siihh,,,jadi g gampang ngeleh,,(lho??) sudahlah tak usah dibahas….

Tapi,,cobalah bercermin,,,

Lap dulu cerminnya,,agar kau bias melihat lebih jernih,

Atur dulu cahaya nya agar pandanganmu tak menipu…

Subhanallah,,, kau lihat berapa banyak karunia disana? Nikmat Illahi yang tak ternilai banyaknya…ya amat banyak… meski tatapanmu penuh luka…

Sangat beragam, meski hati kecilmu tau ada sayatan pilu disana,,,

Amat indah, meski banyak yang terlihat nanar tak terkira…

Ah madesu banget to….

Sudahlah….karunia itu adalah modalmu….

Gunakanlah sorotan itu ke depan,,,, titian jalan ke masa mendatang melalui rentangan masa sekarang…

Kita bukan hidup di masa lalu yang telah pergi,,,

Dan kita bukan hidup hanya untuk masa depan yang masih mengawang…

Tapi kita hidup di masa sekarang…

Dengan segala apa adanya

Diiringi jerih senyum tuk menerima ketentuanNya

Cobalah pelankan langkahmu,, pikirkan sekali dua kali dulu

Berdamailah dengan hati, emosi, dan juga lempengan kecewa tak terperi

Marilah,,eratkan gandengan ukhuwah tuk bersama hadapi realita…

Mencoba tersenyum dalam lara tak terkira

Jangan biarkan terkepung oleh euforia2 masa lalu yang hanya akan menenggelamkanmu pada lautan biru pekat,, jingga kelabu, atau orange tak matcing(he?)

(kembali ke cermin)

sorotan mata itu tanda kau lebih kuat dari yang kau kira,,,

tajamnya kan mampu kalahkan segala keraguan pada diri sendiri

senyum itu kan jadi P3K di kala tak seorang pun ‘senyum’ padamu..bukankah setidaknya kau bisa senyum pada dirimu sendiri…..

,langkah kaki itu kan membuatmu selalu tegap melangkah… membawamu pada harapan akan sebuah perubahan yang lebih menakjubkan….

change your world!!! Rubahlah dunia mulai dari dirimu sendiri……

dengan satu kunci

KAU MAU MEMULAINYA

pernah LIAD LANGIT tagh??

Posted On November 23, 2009

Filed under Uncategorized

Comments Dropped 3 responses

Kau pernah melihat langit?? Kalau beloum, cobalah sesekali menengok nya, rasakan betapa luasnya hamparan itu.

Kala penat mengungkung, lihatlah disana, ada kelapangan tak terkira. Memberikan ruang yang teramat luas sejauh mata memandang bagi perasaan manapun yang sedang sempit.

Kalau mata tak kuat terpejam sehabis shubuh,, keluarlah.. mendongaklah keatas dan hirup udara kebebasan yang terasa biru,, sejuk… bagai seekor burung yang memiliki semangat baru tuk memulai hari mencari barokah tak terkira. Menatap tajam ke segala penjuru.. siap menghadapi tantangan yang menghadang hari itu…sambil berucap,, aku berpagi hari dengan fitrah ku … .

 

Dikala,kesedihan membekas, lihatlah sapuan awan dan sensasi merona dikala siluet senja menunjukkan rupanya. Kau akan tau bahwa hidup ini memang diciptakan penuh warna. Dan itulah yang membuat hidup ini terasa indah….bagai lukisan kanvas yang tersapu oleh Mahakarya dari sang Pencipta. Elok. sungguh.

 

Sesekali…tak apalah hujan-hujanan. Rasakan butiran2 lembut yang mendinginkan hati itu. Butiran dari langit. Seakan ia juga membawa pesan dari langit pula kepada sleuruh manusia. Berucap ia sebelum jatuh ke bumi. “Bersyukurlah wahai manusia, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan”…. Kau dengar iramanya?! Sungguh merdu…

 

Ya, langit memang selalu mengerti apa yang kita butuhkan. mengingatkanbetapa kecilnya manusia itu. Mengikis bertonton lapisan kesombongan yang merajai nurani. Disana tersimpan ketenangan dan drama yang menarik tatkala seseorang sudah lelah atas semua sandiwara yang ada di muka bumi. Langit, Bayangpun, bintang yang super besar, panas, dan dasyat saja selalu nampak indah dan berkilau tatkala ia menampakkan diri sebagai wujud yang kecil berkerlap-kerlip indah. Bagai kumpulan jama’ah orang-orang terpilih yang selalu tunduk pada kehendak penciptanya Belum lagi bulan, yang selalu berganti rupa dalam wujud teratur. Melukiskan ketegaran untuk tetap bersinar dalam kondisi apapun. Tetap mempesona….

Awan bergumpal yang manaungi hati2 yang berontak. Membatasi pandangan mata dan berkata,,, naiklah kemari jika kau mampu.. dan kau akan melihat betapa banyak nya manusia yang tak menyadari keberadaanku dan penghuni langit lainnya, entah terbang ke mana pikiran mereka itu, mungkin mereka sudah terlalu sibuk dengan urusan perut dan ambisinya… Betapa kasihannya mereka…..

 

Dan Allah menyediakan langit bagi manusia,,, apakah kita memikirkannya??? Maka, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan…. Atau ,, manusia menunggu hingga langit itu pecah berkeping-keping.????Hingga langit tak memberikan kesempatan lagi bagi mereka tuk berpikir……….

syair itu…….

Posted On November 3, 2009

Filed under Uncategorized

Comments Dropped 5 responses

embun-di-atas-daunDi hamparan hijau embun daun

Mentari  muncul tersipu

Seakan coba berbisik padaku

Sedang apa engkau terpaku..

Kujawab dengan jiwa yang membisu

Bahwa kini ku sendiri

Terjebak dalam kelam tak bertepi

Memenjarakan nurani….

Reff

Allah,, kenalkan ku pada diriku

Hingga ku bersujud tunduk padaMu

Agar ku dapat , mengerti hakikat,

Makna hidupku di dunia

Ya Rabbi Kenalkan ku pada cintaMU

Hingga Engkau bertahta di hatiku

Agar  ku bisa hadapi cobaan

sibak  kelabu di jiwaku….

Dalam diam kutundukkan kalbu

Bersama bulan merindu

Berharap semua kan bermuara

Pada sebuah ketenangan jiwa….

Obat itu bernama : Tawadhu’

Posted On September 11, 2009

Filed under Uncategorized

Comments Dropped 4 responses

Hari yang kering.. batinku kala itu. Selepas ashar seharusnya ada koordinasi suatu acara. Tapi memang dari awal ….

Sebenernya salah sii, tapi karena hati sudah terlalu kering maka ku jadi ingat perkataan seseorang yang intinya di detik2 ramadhan terakhir ini egoislah dalam beribadah.. Yasudah akhirnya ku kabur menuju mesjid di seberang sono. Tempat berlangsungnya “karebihun”.singkat cerita…datanglah waktunya acara dimulai dan ustadnya pun membacakan tema bahasan hari itu…..

Fuihhh tema yang ketika mendengar judulnya saja sudah membuat sesuatu di hati ini. “ TAWADHU’ entah unsur bahasa arab apa yang bisa2nya hanya baru mendengar sudah memberikan efek psikologis yang cukup mengena.. belum lagi ditambah penjelasan sang ustad selanjutnya..

At-Tawadhu’ ialah MERENDAHKAN DIRI dihadapan Allah dan MERENDAHKAN HATI di hadapan manusia. Cessss…. Ya, itulah fitrah seorang hamba. Merasa dirinya rendah hina dan lemah dihadapan sang Khalik dan tiada merasa lebih baik dibandingkan dengan manusia lainnya. Kita berada di titik tertinggi dalam kedudukan sebagai manusia ketika kita benar2 merasa menjadi manusia paling hina di hadapan Allah. Itu lah fitrah. Hingga jika ada seseorang yang merasa dirinya telah bersih, paling taat, dan merasa bebas dari dosa, saat itulah ia menjadi orang yang sangat hina.

Menyalahi fitrah.

Jika tidak percaya, ingatlah bagaimana sang nabi bersujud hingga kakinya bengkak, para shahabat yang menangis bahkan pingsan ketika mendengar ancaman neraka,, padahal kita tau sendiri mereka orang yang telah dapat jaminan surga. Sedang kita punya jaminan apa sehingga dengan bodohnya kita merasa diri kita telah menjadi orang yang sempurna. Astaghfirullah,,, Allah betapa jauhnya kedudukan kami dari orang2 sholih itu…

Belum lagi saudariku…. lihatlah orang di sekeliling kita. Pernahkah terbersit bahwa kita adalah manusia yang lebih baik dibandingkan hamba2 Allah yang lain… Hmm… hati2. Tau kah kenapa sebabnya iblis dikeluarkan dari surga, hingga ia mendapat gelar Ar-Rojiim (terlaknat) saat tak mau “menyembah” adam.. ?! sungguh itu karena mereka MERASA DIRINYA LEBIH BAIK. Naudzubillah. Cukuplah sifat itu membawa kita pada ketakaburan yang nyata. Padahal bukankah telah disebutkan bahwa tiada masuk surga seseorang yang di dalam hatinya masih ada kesombongan sebesar dzarah sekalipun. Tiada sedikitpun hak kita terhadap SOMBONG, karena hanya satu yang berhak memilikinya. Allah TUHAN SEMESTA ALAM,,, satu kunci itu pun muncul. Rendah HATI lah terhadap saudaramu. Hingga kau mencintainya seperti kau mencintai dirimu sendiri. Karena belum sempurna iman seorang muslim ketika ia belum memilikinya… ya ,,, saling mencintai karena ALLAH.. cukuplah kita menundukkan hati kita. Suatu ketundukkan yang insya Allah membunuh bibit2 ketakabur an yang senantiasa di semaikan setan… ketundukan hati.. sumber kesembuhan penyakit hati itu sendiri wallahu ‘alam bishshawab

daun

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.(Al-Furqoon 63)

Next Page »