nanar

Posted On September 25, 2010

Filed under Uncategorized

Comments Dropped 2 responses

Rontokan luka itu selalu terliaat membekas di kedua matanya yang lelah

Berat wajahnya menyiratkan beban yang jarang dimengerti

Dan aku berada disini untuk menempati posisiku

Menatap dengan nanar sambil memegang erat tangannya yang kian memanas

Sengal nafas itu menyeret rangkaian cerita yang panjang

Sebuah karang yang aku pun tak tahu bagaimana harus merabanya

Yang ketika ku ulurkan sebongkah bata

Tak disangka ia langsung membuat menara

Kekokohan yang sering membuatku rapuh tak mengerti

Selalu bertanya,,,mungkinkah bila aku

Aku kan sanggup menanggungnya

Birunya sendu menggema jiwa

Melihat luka yang mengelupas

Meneteskan embun yang membasahi relung hati

Semakin ku takluk akan kenanaran

Semakin aku merasa menjadi seorang pecundang

Allah,,,,,,

Laa haula wa laa quwwata illa billah

Advertisement

2 Responses to “nanar”

  1. caspermbull

    bagus mbak :)

    • noerma123

      aduhhh,,padahal tulisan geje :(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.