part2 (menembus batas langit)
February 16, 2010
Filed under Uncategorized
Tags: abasa, keren, madinah, mush'ab bin umair, rasulullah
Part 2
Scene 2 about mush’ab ini berlanjut tatkala ia mendapat kesempatan menjadi duta Rasulullah yang dikirim ke madinah… luar biasa betul tugasnya…. Mengkondisikan madinah yang semula hanya ada 12 orang muslim disana, agar kemudian madinah bisa menjadi tempat hijrah yang aman bagi kaum muslimin setelah mendapat penindasan kafir Quraisy di makkah….
Heyyyy!!! Tugas macam apa itu??
Tapi itulah mush’ab. Mendapat kesempatan berharga sekaligus “menakutkan” dari Nabi. Namun bukan mush’ab Namanya kalau ia menyerah. Dengan ditemani Abdullah bin Ummi Maktum sebagai penasehat ruhiyahnya, ia menjalankan tugas beratnya itu,.,,,
(eitsss,,, ingat siapa itu Abdullah bin Ummi maktum?? Itulooo… orangtua yang bijak yang karenanya rasulullah ditegur dengan surat Abasa…hyaa ingat kan?! Nah konon, sejak ditegur itu,rasulullah sangat menghormati dan sayang sama beliau. Hingga kalau beliau datang, nabi selalu menyambut begini :”selamat datang wahai orang yang karenamu aku ditegur oleh Tuhanku….subhanallah..keren ya)…
Dan ternyata Rasulullah memang cerdas memilih mereka mengemban amanah ini….
Suatu ketika ada seorang tokoh suku setempat bernama Usaid bin Hudlair geram lantaran dakwah islamiyah yang dilakukan mush’ab…
——-
Bagaikan singa hendak menerkam, Usaid berdiri di depan Mush’ab dan As’ad bin Zararah, bentaknya: “Apa maksud kalian datang ke kampung kami ini, apakah hendak membodohi rakyat kecil kami? Tinggalkan segera tempat ini, jika tak ingin segera nyawa kalian melayang!”
Seperti tenang dan mantapnya samudera dalam…, laksana terang dan damainya cahaya fajar …,terpancarlah ketulusan hati “Mush’ab yang baik”, dan bergeraklah lidahnya mengeluarkan ucapan halus, katanya: “Kenapa anda tidak duduk dan mendengarkan dulu? Seandainya anda menyukai nanti, anda dapat menerimanya. Sebaliknya jika tidak, kami akan menghentikan apa yang tidak anda sukai itu!”
Sebenamya Usaid seorang berakal dan berfikiran sehat. Dan sekarang ini ia diajak oleh Mush’ab untuk berbicara dan meminta petimbangan kepada hati nuraninya sendiri. Yang dimintanya hanyalah agar ia bersedia mendengar dan bukan lainnya. Jika ia menyetujui, ia akan membiarkan Mush’ab, dan jika tidak, maka Mush’ab berjanji akan meninggalkan kampung dan masyarakat mereka untuk mencari tempat dan masyauakat lain, dengan tidak merugikan ataupun dirugikan orang lain.
“Sekarang saya insaf”, ujar Usaid, lalu menjatuhkan lembingnya ke tanah dan duduk mendengarkan Demi Mush’ab membacakan ayat-ayat al-Quran dan menguraikan da’wah yang dibawa oleh Muhammad bin Abdullah saw., maka dada Usaid pun mulai terbuka dan bercahaya, beralun berirama mengikuti naik turunnya suara serta meresapi keindahannya Dan belum lagi Mush’ab selesai dari uraiannya. Usaid pun berseru kepadanya dan kepada shahabatnya: “Alangkah indah dan benarnya ucapan itu .. ·! Dan apakah yang harus dilaknkan oleb orang yang hendak masuk Agama ini?” Maka sebagai jawabannya gemuruhlah suara tahlil, serempak seakan hendak menggoncangkan bumi. Kemudian ujar Mush’ab: “Hendaklah ia mensucikan diri, pakaian dan badannya, serta bersaksi bahwa tiada Tuhan yang haq diibadahi melainkan Allah”.
Beberapa lama Usaid meninggalkan mereka, kemudian kembali sambil meme·ras air dari rambutnya, lain ia berdiri sambil menyatakan pengakuannya bahwa tiada Tuhan yang haq diibadahi melainkan Allah dan bahwa Muhammad itu utusan Allah ….
BErita keislaman usaid tersebar luas, dan disusul oleh berduyun2 pemuka suku beserta penduduk madinah lainnya yang masuk islam.
———-
Subhanallah,,,wahai mush’ab… nasehat apa kiranya yang kau sampaikan itu?? Hingga membuat seorang pemuka yang datang dengan geram lantaran benci terhadap Islam,,, pulang dengan ketundukan akan firman Tuhan yang mulia. Terpesona…
Kata2 seperti apa yang kau ucapkan??? Sedangkan kami???
Hanya sekedar mengajak binaan kami konsisten terhadap islam saja pun sulit luar biasa. Padahal kami punya waktu yang lebih banyak dari mu…. Berbulan-bulan,,, bahkan tahun,,,
Tapi mungkin,,,, kami sadar….
Kata2 mu dan kata2 kami keluar dari lisan yang berbeda… kata yang keluar dari hati yang beda tentu juga akan berefek berbeda… bagaimana kami membandingkan diri denganmu?? Sedang engkau adalah kebanggaan umat hasil didikan langsung dari Nabi SAW,,,,
Semoga kami bisa belajar keshalihan darimu…..
Continued……

bzzzttt….
say.. numpang ngenalin blogku ke search engine yaa
http://pinipidipici.wordpress.com/
see you, besok kalo pulang jogja jadi tak traktir deh, insya Alloh
subhanallah…
njuk Usaid tu yang jadi teman perjalanannya bukan?yang membantu Mush’ab mengenal medan…
mush’ab,,
ia yang menyempurnakan penampilannya sebelum duduknya, ia yang menyempurnakan duduknya dengan perkataannya…
iya keren ya dek,,, subhanallah og memang