pernah LIAD LANGIT tagh??

Kau pernah melihat langit?? Kalau beloum, cobalah sesekali menengok nya, rasakan betapa luasnya hamparan itu.

Kala penat mengungkung, lihatlah disana, ada kelapangan tak terkira. Memberikan ruang yang teramat luas sejauh mata memandang bagi perasaan manapun yang sedang sempit.

Kalau mata tak kuat terpejam sehabis shubuh,, keluarlah.. mendongaklah keatas dan hirup udara kebebasan yang terasa biru,, sejuk… bagai seekor burung yang memiliki semangat baru tuk memulai hari mencari barokah tak terkira. Menatap tajam ke segala penjuru.. siap menghadapi tantangan yang menghadang hari itu…sambil berucap,, aku berpagi hari dengan fitrah ku … .

 

Dikala,kesedihan membekas, lihatlah sapuan awan dan sensasi merona dikala siluet senja menunjukkan rupanya. Kau akan tau bahwa hidup ini memang diciptakan penuh warna. Dan itulah yang membuat hidup ini terasa indah….bagai lukisan kanvas yang tersapu oleh Mahakarya dari sang Pencipta. Elok. sungguh.

 

Sesekali…tak apalah hujan-hujanan. Rasakan butiran2 lembut yang mendinginkan hati itu. Butiran dari langit. Seakan ia juga membawa pesan dari langit pula kepada sleuruh manusia. Berucap ia sebelum jatuh ke bumi. “Bersyukurlah wahai manusia, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan”…. Kau dengar iramanya?! Sungguh merdu…

 

Ya, langit memang selalu mengerti apa yang kita butuhkan. mengingatkanbetapa kecilnya manusia itu. Mengikis bertonton lapisan kesombongan yang merajai nurani. Disana tersimpan ketenangan dan drama yang menarik tatkala seseorang sudah lelah atas semua sandiwara yang ada di muka bumi. Langit, Bayangpun, bintang yang super besar, panas, dan dasyat saja selalu nampak indah dan berkilau tatkala ia menampakkan diri sebagai wujud yang kecil berkerlap-kerlip indah. Bagai kumpulan jama’ah orang-orang terpilih yang selalu tunduk pada kehendak penciptanya Belum lagi bulan, yang selalu berganti rupa dalam wujud teratur. Melukiskan ketegaran untuk tetap bersinar dalam kondisi apapun. Tetap mempesona….

Awan bergumpal yang manaungi hati2 yang berontak. Membatasi pandangan mata dan berkata,,, naiklah kemari jika kau mampu.. dan kau akan melihat betapa banyak nya manusia yang tak menyadari keberadaanku dan penghuni langit lainnya, entah terbang ke mana pikiran mereka itu, mungkin mereka sudah terlalu sibuk dengan urusan perut dan ambisinya… Betapa kasihannya mereka…..

 

Dan Allah menyediakan langit bagi manusia,,, apakah kita memikirkannya??? Maka, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan…. Atau ,, manusia menunggu hingga langit itu pecah berkeping-keping.????Hingga langit tak memberikan kesempatan lagi bagi mereka tuk berpikir……….

under red-moonlight

LIRIH hembus angin mengalun SEPI

menggetarkan dawai dAWai MIMPI BERNADA SUCI

LANGKAHI SEGALA perih mengisi ruang dI HATI

DURI, kerikir,dan serpihan kaca yang BERSERAKAN…MEMBERATKAN

 

 

NAMUN LIHATLAH,  bulan purnama di awal november itu…

IA TETAP bersinar syahdu

HADIR menyapa,

meluruhkan keRUH RAPUHNYA MALAM

KECANTIKAN sempurna, UKIR semangat baru

 

BIARKAN saja sang awan

TERUS mengiringinya DALAM PESONA

BIARKAN SAJA BINTANG gemintang,

TETAP berkilau BAGAI PERMATA

karena disana jua, TERSIMPAN MASA DEPAN YANG BERCAHAYA

 

walau kadang nalaR TAK DAPAT MENJANGKAUNYA

PERCAYALAH

HARAPAN ITU MASIH ADA

DAN akan terus

HINGGA DESAH nafas tak terbaca

MESKI harus terbayar airmata, KERINGAT, bahkan DARAH

BERTARUNG dengan bayangan PUTUS ASA DAN LELAH

Takkan pernah biarkan KEKALAHAN BERJAYA

hingga  MATAHARI itu……

TERBIT INDAH pada WAKTUNYA,…..

Bantul,4 November 2009

BY SMS join with eLfaSAY

xP

syair itu…….

embun-di-atas-daunDi hamparan hijau embun daun

Mentari  muncul tersipu

Seakan coba berbisik padaku

Sedang apa engkau terpaku..

Kujawab dengan jiwa yang membisu

Bahwa kini ku sendiri

Terjebak dalam kelam tak bertepi

Memenjarakan nurani….

Reff

Allah,, kenalkan ku pada diriku

Hingga ku bersujud tunduk padaMu

Agar ku dapat , mengerti hakikat,

Makna hidupku di dunia

Ya Rabbi Kenalkan ku pada cintaMU

Hingga Engkau bertahta di hatiku

Agar  ku bisa hadapi cobaan

sibak  kelabu di jiwaku….

Dalam diam kutundukkan kalbu

Bersama bulan merindu

Berharap semua kan bermuara

Pada sebuah ketenangan jiwa….