Hari yang kering.. batinku kala itu. Selepas ashar seharusnya ada koordinasi suatu acara. Tapi memang dari awal ….
Sebenernya salah sii, tapi karena hati sudah terlalu kering maka ku jadi ingat perkataan seseorang yang intinya di detik2 ramadhan terakhir ini egoislah dalam beribadah.. Yasudah akhirnya ku kabur menuju mesjid di seberang sono. Tempat berlangsungnya “karebihun”.singkat cerita…datanglah waktunya acara dimulai dan ustadnya pun membacakan tema bahasan hari itu…..
Fuihhh tema yang ketika mendengar judulnya saja sudah membuat sesuatu di hati ini. “ TAWADHU’ entah unsur bahasa arab apa yang bisa2nya hanya baru mendengar sudah memberikan efek psikologis yang cukup mengena.. belum lagi ditambah penjelasan sang ustad selanjutnya..
At-Tawadhu’ ialah MERENDAHKAN DIRI dihadapan Allah dan MERENDAHKAN HATI di hadapan manusia. Cessss…. Ya, itulah fitrah seorang hamba. Merasa dirinya rendah hina dan lemah dihadapan sang Khalik dan tiada merasa lebih baik dibandingkan dengan manusia lainnya. Kita berada di titik tertinggi dalam kedudukan sebagai manusia ketika kita benar2 merasa menjadi manusia paling hina di hadapan Allah. Itu lah fitrah. Hingga jika ada seseorang yang merasa dirinya telah bersih, paling taat, dan merasa bebas dari dosa, saat itulah ia menjadi orang yang sangat hina.
Menyalahi fitrah.
Jika tidak percaya, ingatlah bagaimana sang nabi bersujud hingga kakinya bengkak, para shahabat yang menangis bahkan pingsan ketika mendengar ancaman neraka,, padahal kita tau sendiri mereka orang yang telah dapat jaminan surga. Sedang kita punya jaminan apa sehingga dengan bodohnya kita merasa diri kita telah menjadi orang yang sempurna. Astaghfirullah,,, Allah betapa jauhnya kedudukan kami dari orang2 sholih itu…
Belum lagi saudariku…. lihatlah orang di sekeliling kita. Pernahkah terbersit bahwa kita adalah manusia yang lebih baik dibandingkan hamba2 Allah yang lain… Hmm… hati2. Tau kah kenapa sebabnya iblis dikeluarkan dari surga, hingga ia mendapat gelar Ar-Rojiim (terlaknat) saat tak mau “menyembah” adam.. ?! sungguh itu karena mereka MERASA DIRINYA LEBIH BAIK. Naudzubillah. Cukuplah sifat itu membawa kita pada ketakaburan yang nyata. Padahal bukankah telah disebutkan bahwa tiada masuk surga seseorang yang di dalam hatinya masih ada kesombongan sebesar dzarah sekalipun. Tiada sedikitpun hak kita terhadap SOMBONG, karena hanya satu yang berhak memilikinya. Allah TUHAN SEMESTA ALAM,,, satu kunci itu pun muncul. Rendah HATI lah terhadap saudaramu. Hingga kau mencintainya seperti kau mencintai dirimu sendiri. Karena belum sempurna iman seorang muslim ketika ia belum memilikinya… ya ,,, saling mencintai karena ALLAH.. cukuplah kita menundukkan hati kita. Suatu ketundukkan yang insya Allah membunuh bibit2 ketakabur an yang senantiasa di semaikan setan… ketundukan hati.. sumber kesembuhan penyakit hati itu sendiri wallahu ‘alam bishshawab

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.(Al-Furqoon 63)