detik waktu terus berjalan
berhias gelap dan terang
suka dan duka tangis dan tawa
tergores bagai lukisan
seribu mimpi berjuta sepi
hadir bagai teman sejati
di antara lelahnya jiwa
dalam resah dan air mata
kupersembahkan kepadaMu
yang terindah dalam hidup
meski ku rapuh dalam langkah
kadang tak setia kepadaMu
namun cinta dalam jiwa
hanyalah padaMu
maafkanlah bila hati
tak sempurna mencintaiMu
dalam dadaku harap hanya
diriMu yang bertahta
detik waktu terus berlalu
semua berakhir padaMu
lagu ini ngejleb hiks >.<
darwinho said,
June 15, 2009 at 6:53 am
PERTAMAAAAAXX…..
Adrian said,
June 16, 2009 at 2:25 am
hiks…hiks….
setuju mbak
T.T
kerlip said,
June 21, 2009 at 4:07 pm
hikz, hikz…
noe,,, gimana caranya mencintai Allah dengan sempurna?
noerma123 said,
June 23, 2009 at 12:04 pm
tanyalah pada yang Maha Sempurna ^^
wahyu kresna said,
June 23, 2009 at 4:37 am
hmm.,
wahyu kresna said,
June 23, 2009 at 4:39 am
hmm., lagu ya?
yang jadi renunganku sebenarnya itu, mengapa ya lagu2 justru terkesan mengena daripada -kita tahu apa yang seharusnya-… >.<'
noerma123 said,
June 24, 2009 at 2:33 am
makane..buat lagu yang bisa mengingatkan kita untukkembali ke -we know what-
Wahyu Kresna El Haydar said,
August 16, 2009 at 5:59 am
wakakak.. lucu. yang substansial justru terlupakan. :p
udah komen disini juga to? hmm…
lama gak apdet ya?
aish said,
November 1, 2009 at 4:15 pm
wew.. aku suka banget lagu ini mbak.
noerma123 said,
November 5, 2009 at 1:50 am
sama dek….wha… pertama kali denger langsung gimana gitu/…